Traveling: 5 Alasan Kamu Harus Jalan-Jalan ke Dieng Plateau!

Setelah pandemi selesai yuk support pariwisata Indonesia, kita jalan-jalan ke dieng!

EMPATPAGI.COM- Dataran Tinggi Dieng, atau lebih dikenal dengan Dieng oleh penduduk setempat, mengacu pada dataran tinggi berawa yang terletak pada tahun 2093 di atas permukaan laut antara Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo di Jawa Tengah. Dataran tinggi ini sangat terkenal di dunia arkeologi sebagai lokasi ditemukannya candi Hindu tertua di Jawa. Nama 'Dieng' berasal dari Di-Hyang (di atas para Dewa), dan diperkirakan bahwa ini pernah menjadi situs kota kuil pendeta. Saat ini, situs ini wajib dikunjungi oleh para penggemar arkeologi dan mereka yang ingin menjelajahi Jawa Tengah di luar Yogyakarta dan Solo biasanya. Untuk mengapresiasi Dieng, sebaiknya menginap di desa Dieng, meski Wonosobo memiliki fasilitas yang lebih baik dan lebih populer sebagai gerbang utama. Bergantian, banyak perusahaan perjalanan Yogyakarta juga menawarkan tur ke Dieng.

1. Candi Dieng

seni

Konon awalnya ada lebih dari 400 candi, dibangun antara abad ke-8 dan ke-9 tetapi sekarang hanya tersisa 8. Berkelompok di dataran tengah adalah Kompleks Arjuna yang terdiri dari Candi Siwa, yang seperti candi Dieng lainnya, dinamai pahlawan dalam cerita pewayangan Epic Mahabharata. - Arjuna, Puntadewa, Srikandi, Sembrada dan Semar. Kuil-kuil ini dihubungkan dengan jalan setapak yang ditinggikan, karena sebagian besar tanahnya tergenang air, tetapi Anda dapat melihat sisa-sisa terowongan bawah tanah kuno yang pernah mengeringkan dataran datar. Terletak lebih jauh ke selatan adalah Candi Gatutkaca, Candi Bima, Candi Dwarawati.

2. Telaga Warna &Telaga Pengilon

seni

Kedua danau atau telaga tersebut letaknya berdekatan, hanya dipisahkan oleh dataran yang mengalir di antara keduanya dan menjadi objek wisata yang wajib dikunjungi berikutnya bagi siapa pun yang berkunjung ke Dieng. Telaga Warna adalah telaga indah dengan warna biru kehijauan yang disebabkan oleh endapan belerang yang menggelegak di sekitar pantainya, sedangkan Telaga Pengilon adalah telaga bening yang dinamai menurut kata Jawa untuk 'cermin' karena permukaannya yang tenang dan bening menyerupai cermin. Selain hutan dan perbukitan di sekitarnya yang luar biasa indah, di danau-danau ini Anda juga bisa menemukan bebek mliwis endemik atau Pacific Black Duck, spesies yang tidak terlalu umum di pulau ini.

3. Bukit Sidengkeng (Kavling Sembilan)

seni

Bagi fotografer, ini akan menjadi tempat favorit Anda karena akan memberikan pemandangan terbaik dari kedua danau yang disebutkan di atas, serta pemandangan sekitarnya, termasuk Gunung Sindoro yang megah. Untuk mencapai tempat ini, Anda perlu berjalan kaki dari kawasan wisata Petak Sembilan (Wana Wisata Petak Sembilan) di antara pepohonan akasia yang banyak terdapat di kawasan tersebut. Bahkan bagi pemula, pendakian hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit.

4. Desa Sembungan

seni

Desa ini merupakan salah satu desa tertinggi di pulau Jawa dengan ketinggian 2.300 m dpl. Karena letaknya yang jauh dari desa sebelah, masyarakat Sembungan dikatakan memiliki perbedaan dialek, adat istiadat dan budaya Jawa. Dahulu desa Sembungan bergelut dengan perekonomian dan dianggap desa yang sangat miskin, hingga pada tahun 1980-an mereka mulai menanam kentang yang tumbuh subur karena posisinya di atas permukaan laut dan tanah yang subur. Kentang mulai mengubah kesejahteraan masyarakat secara drastis. Saat ini Sembungan adalah desa unik yang tidak hanya menawarkan atraksi menakjubkan di sekitarnya, tetapi juga kehangatan masyarakatnya. Dari desa ini, Anda juga bisa mengunjungi Danau Cebongan yang indah yang terletak tepat di tengah desa.

5. Museum Dieng Kailasa

seni

Terletak di Desa Dieng Kulon, museum ini menjadi tempat di mana Anda dapat menemukan informasi dan pajangan tentang apa saja yang berhubungan dengan Dieng, mulai dari sejarah, masyarakatnya, budaya, kepercayaan, hingga flora dan fauna. Menempati area seluas 560 meter persegi, museum ini terbagi menjadi dua bagian;Bagian pertama dibangun pada tahun 1984 dan menampung berbagai peninggalan terkait candi di Dataran Tinggi Dieng, bagian kedua dibangun pada tahun 2008 dan memiliki koleksi yang lebih bervariasi. Ini memberikan informasi tentang sejarah Dataran Tinggi Dieng, sumber batu untuk candi, sistem kepercayaan masyarakat, mitos, dan banyak lagi. Di sini Anda juga dapat menemukan teater yang memainkan gulungan sejarah. Museum buka mulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, dengan tiket masuk Rp. 5.000.

Komentar

Trending

RegisterForgot Password
Ekstensium